Rabu, 13 Desember 2017

Ilmu Sosial Dasar 5


1. Potensi-potensi Generasi Muda

Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah sebagai berikut :
a. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, sehingga ia dapat melihat kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru. Pengejawantahan idealisme dan daya kritis perlu dilengkapi landasan rasa tanggung jawab yang seimbang.
b.      Dinamika dan Kreativitas
Adanya idealisme pada generasi muda, menyebabkan mereka memiliki potensi kedinamisan dan kreativitas, yakni kemampaun dan kesediaan untuk mengadakan perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan yang ada ataupun mengemukakan gagasan yang baru.
c. Keberanian Mengambil Resiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung resiko dapat meleset, terhambat atau gagal. Namun, mengambil resiko itu diperlukan jika ingin memperoleh kemajuan. Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung resiko. Untuk itu diperlukan kesiapan pengetahuan, perhitungan, dan keterampilan dari generasi muda sehingga mampu memberi kualitas yang baik untuk berani mengambil resiko.
d. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda merupakan daya pendorong untuk mencoba lebih maju lagi.
e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin murni pada dirinya agar mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.
g. Keanekaragaman dalam Persatuan dan Kesatuan.
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat kita. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi hambatan jika dihayati secara sempit dan eksklusif. Akan tetapi, keanekaragaman masyarakat Indonesia merupakan potensi dinamis dan kreatif jika ditempatka dalam kerangka integrasi nasional yang didasarkan pada semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
h. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan, dan turut serta memiliki bangsa dan negara dikalangan generasi muda perlu digalakkan karena pada gilirannya akan mempertebal semangat pengabdian dan kesiapan mereka untuk membela dan mempertahankan NKRI dari segala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat ini, generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan dan pertahanan nasional.
i. Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa tanggung jawab sosial yang tinngi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan dikembangkan dikalangan generasi muda Indonesia sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.
j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu dan teknologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai Transformator dan Dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan pendidilkan serta penerapan teknologi, baik yang maju, maupun yang sederhana.



2. Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda

Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam poenanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaiksud.

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
1.      Landasan Idiil                         : Pancasila
2.      Landasan Konstitusional        : Undang-undang dasar 1945
3.      Landasan Strategi                   : Garis-garis Besar Haluan Negara
4.      Landasan Histories                 : Sumpah Pemuda dan Proklamasi
5.      Landasan Normatif                 : Tata nilai ditengah masyarakat.

Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV.
Atas dasar kenyataan ini, diperlukan penataan kehidupan pemuda sehingga mereka mampu memainkan peranan yang penting dalam masa depan sekalipun disadari bahwa masa depan tersebut tidak berdiri sendiri. Masa depan adalah lanjutan masa sekarang, dan masa sekarang adalah hasil masa lampau. Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi-situasi lingkungan untuk merelevansikan partisipannya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu, kualitas kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsa merupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.
Tanpa ikut sertanya generasi muda, tujuan pembangunan ini sulit tercapai. Hal ini bukan saja karena pemuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangannya.
Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.
Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu :
1.      Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk  mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.
2.      Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
B. Masalah dan Potensi Generasi Muda

1. Permasalahan Generasi Muda
Berbagai permasalahan generasi yang muncul pada saat ini antara lain :
a.       Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme dikalangan masyarakat, termasuk jiwa pemuda.
b.      Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c.       Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik formal dan informal. Tinggimya jumlah putus sekolah yang tidak hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan bangsa.
d.      Kekurangan lapangan dan kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e.       Kurangnya gizi yang menghambat perkembangan kecerdasan, dan pertumbuhan.
f.       Masih banyaknya perkawinan dibawah umur.
g.      Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi moral bangsa.
h.      Merebaknya penggunaan NAPZA dikalangan remaja.
i.        Belum adanya peraturanm perundangan yang menyangkut generasi muda.
Dalam rangka memecahkan permasalahan generasi muda diatas, diperlukan usaha-usaha terpadu, terarah dan berencana dari seluruh potensi nasional dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek pembangunan. Organisasi-organisasi pemuda yang telah berjalan baik merupakan potensi yang siap untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan nasional.


Ilmu Sosial Dasar 4

Cara Agar Terhindar dari Pergaulan Bebas

1. Menguatkan iman
Apapun agama yang dianut, kamu harus menjadi pribadi yang cerdas dan memiliki karakter iman yang kuat. Iman yang kuat dan sehat akan membentengi kamu dari pergaulan bebas. Ketahuilah bahwa memperkuat iman itu sangat penting karena dengan norma agama membantu kamu saat sedang lalai.
2. Pintar memilih teman bergaul
Saat ini memang cukup sulit mencari teman yang baik. Kamu yang sekarang bergaul dengan teman yang suka merokok, kamu juga yang terkena asapnya. Gambaran tersebut mencerminkan bahwa jika kamu tidak pintar memilih teman, maka akan terpengaruh juga oleh sikap negatifnya. Selain itu, jangan juga bergaul dengan orang yang cenderung berbuat seks bebas.
3. Menjaga hubungan baik dengan orangtua
Banyak remaja ABG yang menentang kedua orangtuanya ketika sedang dinasihati. Padahal, orangtua itu sangat berpengaruh membentuk karakter anak. Jika kamu memiliki orangtua yang baik, maka terus ikuti apa yang dikatakannya. Apa yang mereka katakan itu tentunya akan berdampak positif pada diri kamu. Untuk itu, jalinlah hubungan yang baik dengan kedua orangtua.
4. Hindari menonton film berbau seks
Kamu mungkin tidak sadar bahwa cuplikan film akan tertanam di pikiran bawah sadar. Adegan-adegan syur bisa muncul kapan saja. Hal btersebut bisa memancing hasrat saat bertemu pasangan dan ada kecenderungan meniru secara sadar maupun tidak. Alangkah baiknya untuk menghindari tontonan yang seperti itu agar terhindar dari pergaulan bebas.
5. Hindari pembicaraan yang mengarah seksual
Bercanda atau membicaran seks akan membawa suasana memunculkan hasrat untuk melakukan. Agar terhindar dari pergaulan bebas, hindari pembicaraan seperti itu dan carilah topik lain yang lebih asyik untuk dibahas.

Media sosial dapat memberi dorongan pada remaja untuk dapat mengeksplore potensi dirinya
Diantaranya adalah:
·         Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan social yang sangat di butuhkan di zaman digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi,bersosialisai dengan public dan mengelola jaringan pertemanan
·         Memperluas jaringan pertemanan, anak dan remaja akan menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya belum pernah mereka temui secara langsung.
·         Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
·         Situs jejaring social membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati, misalnya memberi perhatian saat ada teman mereka yang ulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
·         Internet sebagai media komunikasi : merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia
·         Media pertukaran data : dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web : jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
·         Media untuk mencari informasi atau data : perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
·         Kemudahan memperoleh informasi : kemudahan untuk memperoleh informasi yang ada di internet banyak membantu manusia sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Selain itu internet juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
·         Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan : Dengan kemudahan ini, membuat kita tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan karena dapat di lakukan lewat internet.

Upaya yang dapat mengharumkan nama keluarga, lingkungan dan Bangsa Indonesia
1. Contoh upaya bela negara di lingkungan keluarga


§  Mengembangkan sikap saling mengasihi, saling menolong, saling menghormati dan menghargai antar anggota keluarga.
§  Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis dalam keluarga.
§  Membentuk keluarga yang sadar hukum
§  Menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga
§  Saling mengingatkan kepada sesama anggota keluarga apabila ada yang akan berbuat kejahatan, misalnya : minum minuman keras di rumah dan lain sebagainya.
§  Memberikan pengertian kepada anak supaya cinta kepada tanah air dan mencintai produk-produk dalam negeri
§  Memberikan pengertian kepada anggota keluarga agar selalu berusaha untuk selalu menggunakan produk-produk dalam negeri
§  Menjaga nama baik keluarga dengan perilaku yang terpuji atau mulia
§  Saling mengingatkan sesama anggota keluaraga untuk selalu patuh pada hukum yang berlaku
§  Menciptakan keluarga yang sadar dan patuh terhadap hukum/peraturan yang berlaku

2. Contoh upaya bela negara di lingkungan sekolah

§  Meningkatkan imtaq dan iptek
§  Membudayakan GDN (Gerakan Disiplin Nasional) di sekolah meliputi : budaya tertib, budaya bersih, dan budaya kerja/belajar
§  Mengembangkan kepedulian sosial di sekolah, misalnya dengan keihklasan mengumplkan dana sosial, infak, zakat, shodaqoh, untuk membantu warga sekolah yang membutuhkan.
§  Kesadaran untuk menaati tata tertib sekolah
§  Menjaga nama baik sekolah dengan tidak melakukan perbuatan yang berdampak negatif bagi sekolah dan sebagainya
§  Belajar dengan giat terutama pada materi Pendidikan Kewarganegaraan
§  Belajar dengan giat supaya mendapatan prestasi yang baik
§  Saling mengingatkan sesama siswa apabila ada yang akan melanggar peraturan sekolah
§  Menjadi siswa yang berprestasi dan mengharumkan nama baik sekolah dan negara.

3. Contoh upaya bela negara di lingkungan masyarakat

§  Mengembangkan sikap tenggang rasa dan tolong menolong antar warga negara masyarakat.
§  Bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat
§  Meningkatan kegiatan gotong royong dan semangant persatuan dan kesatuan
§  Menjaga keamanan lingkungan melalui kegiatan siskamling/ronda
§  Menciptakan suasana rukun, damai, dan tentram dalam masyarakat
§  Menghargai adanya perbedaan dan memperkuat persamaan yang ada
§  Menjaga keamanan kampung secara bersama-sama
§  Selalu aktif dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti, dll.

4. Contoh upaya bela negara di lingkungan Negara

§  Mematuhi peraturan hukum yang berlaku
§  Mengamalkan nilai-nila yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara
§  Membayar pajak tepat pada waktunya
§  Mendukung program GDN, GNOTA, dan wajib belajar 9 tahun
§  Memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa
§  Bersikap selektif terhadap masuknya budaya asing ke Indonesia dan lain sebagainya.
§  Selalu kritis terhadap kebijakan pemerintah



Ilmu Sosia Dasar 3

1B117049
Balqista Linayawati
Kebudayaan
kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, ekspresi, perasaan, temparmen, ciri khas dan juga prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi & tempramen tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang kalau di hadapkan kepada situasi tertentu. Setiap orang memiliki kecenderungan prilaku yang baku/berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang sedang di hadapi, sehingga jadi ciri khas pribadinya.
Apakah menurut anda kebudayaan memiliki korelasi dengan kepribadian ???
Kepribadian ada yang selaras dan tidak selaras dengan lingkungan alam maupun dengan lingkungan sosial. Keselarasan hubungan antara manusia dengan lingkungan alamnya dapat dipahami dari kedudukan alam sebagai tempat hidup dan yang memberi hidup manusia.

Ada tujuh pokok makna lingkungan alam bagi manusia, yaitu sebagai berikut :
·                     Manusia memiliki ikatan dengan lingkungan alam.
·                     Motivasi etis dapat mendasari kecintaan terhadap alam yang berdasarkan rasa keindahan.
·                     Alam menghidupi manusia.
·                     Alam merupakan serikat bagi manusia dalam hal mempertahankan diri.
·                     Alam menjadi sumber materi genetik.
·                     Alam memiliki arti penting bagi pengetahuan dan pendidikan.
·                     Alam menjadi sumber kesehatan, rekreasi, serta kesenian.
Lingkungan sosial terdiri atas individu maupun kelompok yang berada di sekitar manusia. Di dalam masyarakat akan dijumpai lapisan-lapisan sosial yang menghasilkan kepribadian masingmasing. Individu disebut berkepribadian jika pola perilaku khas diproyeksikan pada suatu lingkungan sosialnya. Perilaku individu diharapkan selaras dengan lingkungan sosialnya dalam situasi tertentu sebagai berikut.

1. Individu dengan keluarga
Peranan individu ditentukan adat istiadat, norma-norma, dannilai-nilai serta bahasa yang ada pada keluarga melalui proses sosialisasi dan internalisasi.

2. Individu dengan lembaga
Posisi dan peranan individu dalam lembaga sosial sudah dibakukan berdasarkan moral, adat atau hukum yang berlaku.

3. Individu dengan masyarakat
Posisi dan peranan individu dalam komunitas tidak lagi bersifat langsung, sebab perilakunya sudah tertampung atau diredam oleh keluarga dan kebudayaan yang mencakup dirinya.

4. Individu dengan negara
Individu dengan masyarakat dalam persepsi makro lebih bersifat abstrak.

5. Individu dan negara
Posisi individu dalam suatu negara sebagai warga Negara.

Kepribadian yang menyimpang atau tidak selaras dengan lingkungan alam adalah menunjukkan perilaku manusia yang memanfaatkan lingkungan alam secara tidak benar sehingga menimbulkan bencana alam yang pada gilirannya justru akan mengancam kelestarian hidup manusia itu sendiri. Pencemaran lingkungan alam, penggundulan hutan, merupakan contoh-contoh kepribadian yang tidak selaras dengan lingkungan alam sehingga menimbulkan kesengsaraan.
Kepribadian yang tidak selaras dengan lingkungan sosial mewujudkan pola perilaku yang menyimpang yang membuat keresahan masyarakat, misalnya kenakalan remaja, tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba yang semuanya merupakan penyakit masyarakat.

Contoh ciri khas dalam budaya bangsa timur :
·         "Tidak individualisme", di timur sebagian besar penduduknya merupakan orang-orang yang gemar tolong-menolong dan tidak mementingkan diri sendiri.
·         "Sopan dan santun", hal itu dapat kita lihat dari cara bangsa timur yang mayoritas berpakaian lebih tertutup. Selain itu, orang yang lebih muda biasanya lebih sopan dan santun terhadap yang lebih tua.
·         "Mistis", hal itu masih sangat melekat dalam budaya timur. Sebagai contoh di negara kita sendiri yaitu Indonesia masih sangat banyak penduduknya yang mempercayai hal mistis seperti pesugihan, santet, dll.
·         "Adat Istiadat", di timur masih sangat menjaga dan membudi-dayakan adat istiadat yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Ilmu Sosial Dasar 2

NPM : 1B117049
Nama : Balqista Linayawati
Pertambahan penduduk suatu daerah atau negara pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor demograf :

·         Mortalitas adalah sebuah  akibat fatal atau, dalam  satu kata, kematian. Kata “mortalitas” berasal dari “mortal” yang berasal dari kata Latin “mors” (kematian). Kebalikan dari kematian, tentu saja, adalah keabadian. Kematian berbeda dari morbiditas (kesakitan).
·         Fertilitas (Kelahiran) adalah kemampuan berproduksi yang sebenarnya dari penduduk (actual reproduction performance). Atau jumlah kelahiran hidup yang dimiliki oleh seorang atau sekelompok perempuan.
·         Menurut La Ode Syarifuddin (1985) migrasi adalah suatu bentuk respon yang ada dalam diri manusia terhadap kondisi/peristiwa yang tidak menyenangkan di daerah asal, seperti halnya dengan sistem pemilikan tanah yang tidak sama sekali menguntungkan, dan lain sebagainya.
Pertambahan penduduk di Indonesia
§  Indonesia dengan jumlah penduduknya kira-kira 185 juta, termasuknegara-negara yang paling banyak jumlah penduduknya. Karena itu, hal-hal yang berkaitan dengan jumlah penduduk ini penting sekali di Indonesia. Kalau di masa depan jumlah ini mau jadi lebih banyak lagi, pasti ada lebih banyak masalah sosial lagi. Pemerintah Indonesia sudah mengambil dua macam tindakan untuk mencegah masalah sosial ini. Yang pertama adalah program KB atau Keluarga Berencana dan yang kedua adalah program transmigrasi. Kedua program ini sudah lama dapat banyak kritik, dari dalam negeri dan dari luar negeri. Di bawah ini, saya mau meneliti salah paham program ini.
§  Program transmigrasi adalah program nasional untuk memindahkan kelompok penduduk dari satu tempat ke tempat yang lain. Misalnya, kalau ada tempat di mana ada terlalu banyak penduduk, di sana pasti ada banyak masalah, seperti masalah kesehatan, masalah tanah, dan masalah sosial yan lain. Untuk mencegah masalah itu, pemerintah coba memindahkan penduduk dari tempat-tempat seperti itu ke tempat yang lain di mana jumlah penduduknya sedikit. Jadi dulu, penduduk Jawa, Madura dan Bali sudah dipindahkan ke Irian Jaya, Sumatra, dan Kalimantan.
§  Saya rasa program transmigrasi ini sudah banyak menolong penduduk Indonesia. Peserta program transmigrasi diberi sebuah rumah, alat-alat untuk bertani dan sedikit uang. Ada sekolah dan puskesmas. Setelah dipindahkan, kehidupan mereka lebih baik daripada dulu.
§  Program ini dapat banyak kritik. Kritik yang pertama adalah mengenai hutan yang menghilang karena transmigran. Mereka menebang pohon-pohon untuk mempersiapkan ladang mereka. Kemudian, dulu ada kelompok transmigran di Kalimantan yang tidak diberi fasilitas untuk bertani. Jadi, mereka tidak bisa berdikari (yaitu: "BERDIri di atas KAkinya sendiRI"). Juga ada masalah kehilangan tempat tinggal orang setempat seperti orang Kubu di Sumatra dan orang Dayak di Kalimantan. Tanah mereka diambil orang transmigran yang baru. Menurut saya, masalah-masalah ini dibesarkan dengan sengaja. Program transmigrasi memang berhasil. Sudah 3.6 juta orang dipindahkan dalam program ini, dan kehidupan mereka sekarang jauh lebih baik daripada dulu.
§  Dalam program Keluarga Berencana ("Dua Anak Cukup!"), suami-istri diberi informasi dan alat/obat kontrasepsi. Dengan ini, pemerintah mencoba untuk mencegah kelahiran terlalu banyak anak. Kritik atas program ini adalah kritik mengenai obat kontrasepsi yang bernama "Norplant". Perempuan yang pakai Norplant itu tidak bisa beranak lagi untuk selamanya. Dan ada juga orang yang bilang bahwa perempuan dipaksa untuk pakai Norplant ini (Norplant ada sebuah obat yang disuntikkan di bawah kulit).
Saya berpendapat bahwa kedua program ini, yaitu transmigrasi dan Keluarga Berencana, memang sudah berhasil. Sekarang di Indonesia, jumlah anak yang lahir setiap tahun sudah menurun. Kalau Indonesia mau mencegah masalah yang berkaitan dengan jumlah penduduk, saya rasa pemerintah harus meneruskan kedua program ini.

http://faktor-faktorpertumbuhanpenduduk.blogspot.co.id/   


Ilmu Sosial Dasar 1

NPM : 1B117049
Nama : Balqista Linayawati
 Tujuan mempelajari Ilmu Sosial Dasar 
Untuk mengembangkan kesadaran mahasiswa menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman,    kesetaraan, dan kemartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat, menumbuhkan sikap kritis, peka dan arif dalam memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dengan landasan nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan bermasyarakat, peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usahamenanggulanginya, menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya mempelajarinya) secara kritis-interdisipliner, dan  memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat. 
Menyikapi keanekaragaman kehidupan sosial budaya yang ada di negara Indonesia
Dengan cara :
·         Sadar bahwa setiap manusia di ciptakan berbeda.
·         Sadar bahwa setiap manusia tidak bisa menetukan akan terlahir sebagai suku apa dan bangsa apa.
·         Membicarakan baik-baik jika ada perselisihan
·         Menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bukan kekurangan.

Contoh peka terhadap masalah sosial
Kepekaan sosial dapat dilatih dalam pribadi setiap manusia. Mulai dari sikap peka terhadap diri sendiri, lalu terhadap orang disekitar kita dan masyarakat umum. Demikian juga dengan sikap kepekaan terhadap masalah sosial. Apabila manusia sudah peka terhadap masalah sosial dalam lingkup kecil, maka manusia juga akan mudah untuk peka terhadap masalah dalam lingkup luas. Namun terkadang manusia begitu peka tehadap masalah dalam lingkup luas, tetapi kurang peka terhadap masalah-masalah sosial yang ada di sekitarnya. Misalnya, seorang mahasiswa yang giat melakukan demo untuk memberantas korupsi. Namun, keadaan masyarakat di sekitarnya miskin dan sangat membutuhkan bantuan. Dari pada  melakukan demo, lebih baik mencari sumbangan untuk mereka yang membutuhkan. Jadi, dalam perwujudkan  kesadaran untuk  mau bereaksi terhadap masalah-masalah sosial yang menyangkut  kepentingan umum  yaitu dengan tindakan yang baik dan benar, sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang lebih baik serta selalu peka terhadap masalah-masalah sosial dalam lingkup kecil dan juga lingkup yang lebih luas.